• Best Seller

13 December 2014

Bumi Cinta

  • |

  • Habiburrahman El Shirazy

  • |

  • Basmala Indonesia

  • |

  • 546 Halaman

  • |

  • Rp. 70.000,- (Price list/Belum diskon)

  • |

  • Novel Fiksi

Muhammad Ayyas atau yang kerap dipanggil Ayyas ini adalah seorang mahasiswa dari Indonesia yang juga merupakan seorang santri salaf. Ia harus melakukan sebuah penelitian di negeri yang paling menjungjung tinggi seks bebas "free sex” yakni Rusia. Ia harus berjuang mempertahankan keimanan, keyakinan, dan akidahnya.

Saat itu Moskwa sedang dalam keadaan musim dingin. Salju berterbangan dan melayang turun perlahan tidak menghalangi arus lalu lalang orang -orang di bandara Sheremetyevo . Ia dijemput oleh Devid, sahabat SMP dulu. Mereka sudah hampir sembilan tahun tidak bertemu. Setelah beberapa saat bercengkrama satu sama lain, mereka kemudian bergegas menuju apartemen yang disewakan Devid untuk Ayyas selama melakukan penelitian di Rusia beberapa bulan kedepan.

Tanpa Ayyas duga, ia dikejutkan dengan sebuah kenyataan bahwa dirinya harus satu apartemen dengan nonik-nonik Rusia yang berparas sangat cantik. Mereka adalah Yelena dan Linor. Padahal sejak kecil ia tidak biasa dengan hal seperti itu, ia lemah terhadap perempuan cantik. Ia takut imannya akan runtuh jika harus tinggal bersama mereka. Namun menurut Devid, itulah yang terbaik untuk Ayyas. Devid menjelaskan secara detail alasan mengapa Devid memilih apartemen tersebut. Setelah mendengar penjelasan Devid, Ayyas pun mengerti dan mengikuti apa kata Devid.

Sejak saat itulah perjalanan hidup Ayyas dipenuhi dengan banyak godaan. Dari mulai cara berpakaian mereka, sikap, sampai perkataan Linor yang sering sekali mengejek agama Islam. Belum lagi asisten professor yang sangat cantik, menawan dan cerdas. Bayangan wajahnya selalu ada dalam pikiran Ayyas, ia bernama Dr. Anastasia Palazzo. Ayyas merasa cobaan ini sangat berat baginya.

Setelah cukup lama Ayyas tinggal satu apartemen bersama dua orang nonik Rusia itu, Ayyas sangat terkejut karena ternyata mereka itu bukanlah orang baik-baik. Suatu hari, Ayyas memergoki Linor sedang melakukan perzinaan di ruang tamu apartemen mereka bersama seorang anggota mafia Rusia. Bahkan mafia itu sendiri terang-terangan mengajak Ayyas untuk berzina bersama mereka. Namun Ayyas meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya tanpa menghiraukan mereka. Kemudian Ayyas menyalakan laptopnya dan memutar lantunan ayat suci Al Qur’an dengan keras. Karena merasa terganggu, lelaki itu memaki Ayyas sampai timbul perkelahian antara keduanya. Tidak lama setelah itu, ia mengetahui bahwa Yelena adalah seorang pelacur kelas kakap dan merupakan seseorang yang tidak percaya akan adanya Tuhan (atheisme).

Linor semakin membenci Ayyas, banyak sekali cara yang ia lakukan untuk menhancurkan keimanan seorang Ayyas. Berbagai cara ia lakukan untuk menjebak Ayyas.  Mulai dari berpakaian yang tidak wajar di depan Ayyas, masuk kamar kamar Ayyas secara diam-diam, sampai menjebak Ayyas agar menjadi tersangka peledakan bom di sebuah hotel di Rusia. Namun dari sekian banyaknya cara, tidak ada satupun cara yang berhasil meruntuhkan benteng keimanan Ayyas.

Suatu ketika, Yelena mengalami suatu kejadian yang sangat tidak manusiawi. Ia disiksa dan dibuang begitu saja oleh pelanggannya dari sebuah mobil di jalanan. Saat itu salju turum begitu lebatnya. Badan Yelena terasa hancur dan sama sekali tidak ada yang bisa ia gerakan. Saat itu Yelena sedang berada di ujung kematian. Tak ada seorang pun yang menolongnya. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, dan pada siapa ia harus minta tolong. Tanpa ia sadari ia mengingat Tuhan. Dalam hatinya ia memanggil nama Tuhan, ia meminta pertolongan kepada Tuhan dengan meneteskan air mata. Tubuh Yelena semakin tertimbun oleh salju. Tiba-tiba ada seorang ibu yang melihatnya, ibu-ibu itu meminta bantuan kepada orang-orang untuk menolong Yelena namun tak ada seorang pun yang mau membantunya. Tak lama kemudian ada seorang pemuda yang mau membantunya yang tak lain adalah Muhammad Ayyas yang kebetulan lewat disana. Akhirnya Yelena pun dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dokter mengatakan jika terlambat sedikit saja, nyawa Yelena tidak akan tertolong. Yelena sangat berterimakasih kepada Ayyas karena berkat Ayyas ia dapat selamat . Namun Ayyas menegaskan pada Yelena bahwa yang menolongnya itu bukan Ayyas, tapi itu adalah keajaiban Tuhan. Sejak itulah Yelena mulai percaya akan adanya Tuhan.

Tak lama kemudian Linor harus dikejutkan dengan sebuah kenyataan tentang siapa dirinya sebenarnya. Ia adalah keturunan Palestina, bukan keturunan Yahudi asli. Ia juga hanya seorang anak angkat. Ia mengetahui semua hal itu dari Madame Ekaterina yang selama ini ia anggap sebagai ibu kandunya sendiri. Linor sangat terpukul mendengar hal itu dan seolah tak percaya. Ibunya meninggal pada saat terjadi pembantaian di Sabra dan Sathila, Palestina. Linor menyesal atas semua perbuatannya selama ini sebagai agen Zionis ia merasa sama saja ia yang membunuh ibu kandungnya sendiri. Tak hanya itu, ternyata orang tuanya adalah pemeluk agama yang selama ini ia sebut sebagai agama primitif yakni Islam. Setelah kejadian itu Linor pun mulai mendalami dan mengkaji Islam.

Devid yang selama ini hidup bebas, ia merasakan hidupnya semakin kacau tanpa arah dan tujuan. Ia meminta Ayyas untuk menuntunnya kembali ke Jalan yang benar. Devid pun kembali mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda keislamannya. Ia bercerita kepada Ayyas, ia selama ini sudah terlalu bebas hidup dengan perempuan mana saja. Ia sangat tidak kuat jika tidak hidup bersama perempuan. Ayyas pun memberikan solusi agar Devid segera menikah. Ia sempat akan dinikahkan dengan adik seorang Ustad, namun ia merasa tidak pantas menikah dengan adik seorang Ustad yang begitu menjaga kesuciannya. Devid meminta agar Ayyas mencarikannya calon istri. Ayyas menyarankannya dengan Yelena. Tak menunggu lama, Devid pun melamar Yelena dan ternyata lamarannya pun diterima. Akhirnya Yelena mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk Islam, ksemudian melaksanakan pernikahan dengan Devid.

Setelah banyak mencari informasi tentang Islam dan mendalaminya, Linor pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam. Suatu ketika Linor bermimpi bertemu dengan ibu kandungnya. Dalam mimpinya itu , ibu kandungnya berpesan agar Linor menikah dengan seseorang yang memiliki sifat seperti Nabi Yusuf A.S. Linor terbangun dari tidurnya. Linor bertanya-tanya mengapa ibunya berpesan seperti itu. Ia pun mencari informasi tentang Nabi Yusuf a.s. Setelah mencari cerita tentang Nabi Yusuf A.S. ia pun lansung teringat kepada sosok Muhammad Ayyas yang memiliki sifat persis seperti Nabi Yusuf A.S. Ia pun beranggapan bahwa orang yang dimaksud oleh ibunya itu adalah Ayyas. Ia pun mencari Ayyas dengan maksud menanyakan apakah Ayyas mau menjadikannya istri. Linor berangkat menemui Ayyas dengan berpakaian muslimah. Ayyas pun sampai tidak mengenalnya. Setelah ia menerangkan bahwa ia adalah Linor, Ayyas terkejut dan sangat bersyukur karena Linor telah bertaubat. Linor pun menyampaikan maksud kedatangannya, namun Ayyas tidak langsung menjawabnya saat itu.

Ayyas tidak kunjung memberikan jawaban, Linor pun pamit dan berharap Ayyas memberikan kepastian keesokan harinya. Ketika Linor sudah keluar, Ayyas berubah pikiran. Ia menerima dan menyanggupinya untuk menjadi suami Linor. Namun Linor sudah terlalu jauh. Ayyas langsung bergegas ke jendela untuk meneriakkan bahwa ia sanggup, tapi Linor semakin jauh dan tak mungkin mendengar suaranya. Dibelakang Linor terlihat sebuah mobil hitam yang melaju ke arahnya. Ayyas melihat orang yang ada di dalam mobil itu membawa senjata api. Ayyas berteriak memperingatkan Linor. Namun terlambat, Doooorrr… tubuh Linor pun langsung jatuh saat itu juga. Ternyata orang tersebut menembak Linor. Ayyas langsung terkulai lemas tak berdaya melihat Linor yang telah jatuh berlumuran darah. Ia pun mengumpulkan segenap tenaga dan berlari menuju Linor yang sudah terkapar. Ia mengangkat Linor ke pangkuannya dan meminta bantuan untuk membawa Linor ke rumah sakit.

Tak lama kemudian ada seorang ibu yang mengendarai mobil di dekat sana, Ayyas pun meminta tolong kepada ibu tersebut untuk membawanya ke rumah sakit terdekat. Ayyas sangat menyesal mengapa ia tidak langsung menjawab permintaan Linor tadi. Dengan penuh penyesalan, Ayyas pun menangis. Isak tangis yang kalau siapa saja yang melihat dan mendengarnya pasti akan tersayat hatinya. Isakan seorang pecinta sejati, yang mencintai karena Allah dan kehilangan pun karena Allah pula.

  • share this post

Quick Respon Togamas Malang

Cek Stok Buku Online (24 Jam)

Kini anda dapat melakukan pengecekan ketersediaan buku di Outlet Togamas secara mandiri. Silahkan pilih kota dan ketik judul atau penulis buku yang ingin anda cari. Selamat Mencoba.

copyright www.togamas.co.id 2014