• Articles

12 November 2014

Tips Bedakan Buku Asli atau Palsu


Membeli buku yang asli dirasakan mahal bagi sebagian orang yang berpikir pragmatis, tidak memikirkan dampak jangka panjang dari perbuatannya. Oleh karena itu di zaman sekarang ini masih banyak orang atau mahasiswa yang membeli buku bajakan. Maka penjualan buku bajaanpun merajalela di setipa kota di Indonesia. Padahal mutu buku bajakan tidak sebaik buku yang asli/orisinil. Selain itu, membeli buku bajakan sangat merugikan negara karena tidak mendapatkan penerimaan pajak, merugikan penulis buku yang telah bekerja keras karena tidak mendapatkan royalti dan merugikan penerbit karena usahanya yang keluar biaya banyak sia-sia dibajak orang. Merugikan juga penjual/karyawan dan pemilik toko buku orisinil baik online maupuan offline.


Dalam dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan, tindakan pembajakan tidak bisa ditolerir. Ilmu pengetahuan tidak akan berkembang kalau minat orang untuk meneliti lemah, karena menulis buku seringkali membutuhkan penelitian yang lama.

Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat di Amerika Serikat, Kanada dan Eropa, karena perlindungan yang baik terhadap hak cipta, termasuk hak cipta penulisan buku. Dalam kajian agama, pembajakan termasuk kategori pencurian yang termasuk dosa.

Pembeli buku bajakan dikategorikan juga sebagai pencuri. Ilmu yang dia dapatkan dari membaca buku tersebut kurang barokah, karena ada pihak lain yang berhak terhadap karya tersebut tidak mengiklaskan.

 

Berikut ini tip untuk mengetahui buku tersebut buku bajakan atau buku asli:


Buku bajakan biasanya harganya jauh di bawah harga rata-rata buku yang asli. Contoh jika buku yang asli dengan judul: Akuntansi Biaya, Ed 5 oleh Mulyadi harganya rata-rata di toko buku baik online maupun offline adalah Rp 100.000-Rp 130.000, maka harga buku bajakan bisa separuhnya dari harga tersebut. Karena buku tiruan biasanya hanya mengandalkan foto copy, maka buku tiruan biasanya mutu tulisannya kurang bagus, sedangkan buku yang asli berkualitas karena memakai percetakan yang profesional. Buku bajakan/tiruan biasanya jilidannya kurang kuat, karena dibuat dengan tergesa-gesa dan apa adanya, sedangkan buku yang asli relatif kuat, karena menjaga nama baik penerbit Buku bajakan/tiruan biasanya warna kertasnya agak buram, biar murah, sedangkan buku yang asli putih bersih, walaupun ada buku yang asli yang memang memakai kertas buram/koran. Buku yang asli yang memakai kertas buram/koran biasanya jarangsekali dibajak, karena harganya sudah murah. Untuk gambar/grafik, buku bajakan/tiruan biasanya agak kabur atau bahkan tidak terbaca karena mengandalkan foto copy yang hanya memakai tinta hitam, biar murah, sedangkan buku yang asli jelas gambarnya.


Catatan: Tips tersebut hanya bersifat perkiraan. Untuk melihat buku yang asli atau bajakan perlu pembuktian lebih jauh.

 

Sumber: bukutren

  • share this post

TOKO BUKU BERGARANSI
Quick Respon Togamas Malang

Cek Stok Buku Online (24 Jam)

Kini anda dapat melakukan pengecekan ketersediaan buku di Outlet Togamas secara mandiri. Silahkan pilih kota dan ketik judul atau penulis buku yang ingin anda cari. Selamat Mencoba.

copyright www.togamas.co.id 2014