• Articles

01 February 2015

Hanung Bramantyo Sutradarai Gundala Putra Petir


Sumber: Hanung menjadi sutradara film Gundala Putra Petir. Sumber: (Fedrik Tarigan/jawapos.com)


Gundala Putra Petir akan difilmkan lagi. Tokoh komik superhero Indonesia yang diciptakan Harya Suraminata atau Hasmi, 67, pada 1969 ini pernah diangkat ke layar lebar pada 1981. Kala itu filmnya disutradarai Lilik Sudjio. Kali ini, Hanung Bramantyo, 38, yang dipercaya menjadi sutradaranya. Rencananya, film ini dirilis pada 2016.

Ditemui di acara PopCon Asia di Gedung Smesco, Hanung mengungkapkan rasa senangnya karena dipercaya menjadi sutradara. Dia menyatakan siap menggarap film tersebut. Meski, mengerjakan film superhero adalah hal yang baru buatnya. Suami Zaskia Adya Mecca itu sudah lama bermimpi untuk ’’membangkitkan’’ Gundala lewat film.

Hanung berusaha mencari tahu siapa yang memegang hak cipta Gundala. Mimpinya tersebut nyaris pupus. Sebab, hak cipta Gundala telah dimiliki pihak lain. ’’Saya ketemu Mas Andi Wijaya yang mengaku punya rights. Saya bilang ke dia, hidup mati saya mau bikin film Gundala. Tapi, dia bilang tidak bisa karena rights atas Gundala telah dijual,’’ kenangnya. Andi Wijaya adalah creative manager di PT Bumi Langit. Perusahaan penerbitan inilah yang menerbitkan kembali komik Gundala pada 2005.

Hingga kemudian, Hanung dihubungi Erick Thohir dari Mahaka Pictures yang menawari dirinya menggarap film Gundala. ’’Pak Thohir tanya, loe mau bikin film Gundala? Saya kaget. Saya bilang, jangan bikin saya berharap Pak. Itu nggak mungkin karena rights-nya sudah laku,’’ ujarnya.

Oleh bos Inter Milan itu, Hanung dipertemukan dengan pemilik hak cipta Gundala. Lalu, terciptalah kesepakatan membuat lagi film Gundala Putra Petir. Film ini diproduksi Mahaka Pictures dan Bumi Langit Studio. Dan, Hanung yang diberi kepercayaan menjadi sutradara. ’’Saya sujud syukur. Habis meeting saya sujud syukur,’’ ucapnya.

Demi menggarap film ini, bapak tiga anak tersebut rela menunda proyek pembuatan film lainnya. ’’Kalau saya ada kontrak, saya akan pending untuk film Gundala,’’ tegasnya. Namun, Hanung menyatakan belum bisa memastikan seperti apa kemunculan Gundala ini di dalam film. ’’Pertanyaannya, seperti apa Gundala akan muncul. Saya tidak bisa beri jaminan apa pun,’’ tegasnya.

Bagi dia, Gundala Putra Petir adalah film pertamanya yang menceritakan sosok superhero. ’’Saya mungkin berpengalaman di drama, tapi ini genre yang belum pernah saya sutradarai. Saya akan belajar,’’ katanya.

Hanung mengatakan, pembuatan skenario sudah sampai tahap penyusunan draf. ’’Kita terus menggodok skenario,’’ katanya. Dia juga mengungkapkan, di dalam skenario, Gundala akan dihadirkan di Monumen Nasional (Monas). Diceritakan pula, di bawah Monas terdapat sumber energi listrik terbesar di dunia. Hal itulah yang akhirnya menarik perhatian orang jahat yang dipimpin Pengkor untuk berusaha merebut dan menguasainya.

Hanung menuturkan, film tersebut bakal tayang pada 2016. ’’Kami prediksi tayang 2016. Bulan belum pasti. Saya masih cari pemain, butuh waktu 1,5 tahun,’’ ungkapnya. Dalam acara kemarin, hadir pula Hasmi, sang pencipta sosok Gundala. Dia mengungkapkan, Gundala terinspirasi dari sosok superhero Flash. ’’Cuma kecepatan Flash konon secepat cahaya. Karena dia tergesa-gesa beli rokok lari nggak sampe, ya saya bikin kaya pesawat saja, 700 km per jam,’’ candanya. 

Sumber: jawapos.com

  • share this post

Talkshow
TOKO BUKU BERGARANSI
Quick Respon Togamas Malang

Cek Stok Buku Online (24 Jam)

Kini anda dapat melakukan pengecekan ketersediaan buku di Outlet Togamas secara mandiri. Silahkan pilih kota dan ketik judul atau penulis buku yang ingin anda cari. Selamat Mencoba.

copyright www.togamas.co.id 2014