• Articles

23 January 2015

Menristekdikti : Perguruan Tinggi Harus Siap Hadapi Pasar Bebas


Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. H.M. Nasir, MSi., PhD., Akt., mengingatkan agar perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta bersiap menghadapi era pasar bebas. "Mau tidak mau dunia pendidikan tinggi kita harus siap menghadapi era pasar bebas, dan yang paling dekat adalah pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN di tahun 2015,” jelasnya. Peringatan ini disampaikan oleh H.M. Nasir saat memberikan kuliah umum bertema Kebijakan Pengembangan Pendidikan Tinggi di Gedung Soetardjo Universitas Jember (17/1).

 

Menurut Menristekdikti, saat Masyarakat Ekonomi ASEAN berlaku maka arus modal investasi dan tenaga kerja terdidik dari negara ASEAN akan membanjiri Indonesia, termasuk di dunia pendidikan tinggi. Maka jika kita tidak siap hanya akan menjadi penonton. "Sebagai contoh nanti saat Masyarakat Ekonomi ASEAN berlaku, maka profesi insinyur, arsitek, dokter, dokter gigi, perawat, akuntan, land surveyor dan praktisi pariwisata wajib memiliki sertifikat yang menandakan mereka memiliki kompetensi yang sudah dipersyaratkan. Oleh karena itu kami sudah mempersiapkan Undang-Undang Insinyur, dokter dan perawat untuk membekali tenaga-tenaga kita agar mampu bersaing di era pasar bebas,” ujar H.M. Nasir. 

  

Untuk mempersiapkan perguruan tinggi menghadapi era pasar bebas, maka Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah mempersiapkan program-program kerja di bidang pengembangan pendidikan tinggi yang akan dilaksanakan selama periode 2014 sampai dengan periode 2019. "Ada delapan program yang menjadi concern Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, diantaranya meningkatkan mutu pendidikan, relevansi dan daya saing perguruan tinggi. Meningkatkan publikasi internasional karya dosen perguruan tinggi di Indonesia dan meningkatkan pembinaan perguruan tinggi,” urai pria asal Ngawi ini.

 

Program kerja di bidang pendidikan tinggi yang akan direalisasikan oleh Kemenristekdikti selanjutnya adalah membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya, pengembangan softskill di kalangan mahasiswa dan penerapan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. "Sementara itu kita juga akan terus melanjutkan peningkatan mutu tenaga dosen melalui pemberian beasiswa dan memberikan bantuan dosen bagi perguruan tinggi swasta,” tambah H.M. Nasir.   

 

Sementara itu dalam sambutannya, Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan mengharapkan agar para hadirin yang terdiri dari pimpinan Universitas Jember dan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di Jember dan Besuki raya beserta mahasiswa memperoleh wawasan dan memahami kebijakan Kemenristekdikti, khususnya di bidang pendidikan tinggi. "Mari kita tingkatkan kerja sama di antara perguruan tinggi di Besuki raya guna menghadapi era pasar bebas,” ujarnya.

 

Tidak hanya memberikan kuliah umum, sebelumnya Menristekdikti mengunjungi laboratorium C-DAST (Center for Development of Advanced Sciences and Technology) yang telah melahirkan berbagai produk transgenik seperti tebu tahan kering, melinjo rendah kolesterol, dan kopi luwak artifisial. Setelah mengunjungi laboratorium C-DAST, Prof. H.M. Nasir, MSi., PhD., Akt., melihat keberadaan fasilitas Technopreuneurship di UPT Agrotechnopark. Di halaman UPT Agrotechnopark, Menristekdikti melihat pameran produk-produk riset Universitas Jember antara lain olahan Mocaf, etanol berbahan singkong, Smart Green House, dan olahan koro. (iim)

 

sumber: unej.ac.id

  • share this post

TOKO BUKU BERGARANSI
Quick Respon Togamas Malang

Cek Stok Buku Online (24 Jam)

Kini anda dapat melakukan pengecekan ketersediaan buku di Outlet Togamas secara mandiri. Silahkan pilih kota dan ketik judul atau penulis buku yang ingin anda cari. Selamat Mencoba.

copyright www.togamas.co.id 2014