• Articles

29 October 2014

Cerdas Karena Mendapat Dongeng


Banyak anak cerdas dan berbakat di sekitar kita. Namun, kadang-kadang mereka tidak terlihat atau tidak ‘muncul’ karena mereka tidak mampu mengungkapkan diri. Anak-anak semacam itu butuh dibantu agar punya kepercayaan. "Salah satu caranya, berilah mereka itu dongeng sejak kecil,” demikian kata Steve Mynard, penulis buku Learning Through Adventurous Activities: 75 Lesson Ideas to Engage Boys and Girls (1999).

Mengapa bisa?

Steve Mynard adalah mantan kepala sekolah di Inggris. Sebagai guru, ia sering mendongeng pada murid-muridnya.

"Ada banyak manfaat bagi anak ketika mendengarkan sebuah dongeng,” kata Steve. "Mereka jadi aktif bicara dan sekaligus kemampuan mendengarnya terasah. Melalui dongeng, anak-anak berimajinasi dan mengembangkan memori mereka. Dongeng membuat minat membaca dan menulis menjadi besar. Melalui dongeng, anak-anak mempelajari berbagai tingkah laku dan karakter. Dan, tentu saja, dongeng selalu membuat mereka gembira,” tambahnya.

Lalu mengapa bisa membuat tambah cerdas?

Steve menunjukkan bahwa unsur drama dan mimik muka saat mendongeng membuat imajinasi anak bertambah.

"Kecerdasan itu sangat terkait dengan imajinasi. Sifat anak adalah suka meniru. Maka, ketika mendengarkan dongeng, kreativitas anak itu dipicu oleh kreativitas si pendongeng. Inilah alasan mengapa anak-anak yang suka mendengarkan dongeng, memiliki kreativitas yang lebih tinggi,” kata Steve.

Bagaimana cara mulai mendongeng?

Orangtua lah yang seharusnya menjadi pendongeng pertama untuk anak mereka. Guru-guru hanyalah penerus dongeng dari para orangtua.

Untuk mendongeng, inilah tips dari pak Steve. Pertama, carilah bahan yang sederhana. Pakailah cerita yang sudah ada, misalnya cerita rakyat. Pelajari dan bacalah cerita itu berkali-kali sehingga sungguh menjiwai. Kemudian, cobalah mendongengkannya di depan cermin dulu  seperti yang dilakukan oleh para pemain film terkenal.

Kemudian, ketika mulai mendongeng, katakan pada anak-anak bahwa Anda baru punya keahlian baru. Setiap anak selalu suka mendapat sesuatu yang baru. Lalu, mulailah mendongeng. Ketika anak-anak sudah suka pada dongeng Anda, carilah dongeng yang baru. Kemudian, kalau dongeng Anda selalu ditunggu, ajaklah anak-anak juga untuk mendongeng. Ceritakan dulu sebuah dongeng. Lalu berilah tugas pada setiap anak untuk bercerita pada satu orang temannya. Kemudian dalam sebuah lingkaran, anak-anak diberi waktu 1 menit untuk saling menceritakan dongeng yang sudah mereka ceritakan itu. Satu menit ini penting, karena membuat mereka harus disiplin dan berpikir kreatif.

"Mendongeng atau bercerita adalah salah satu metode dalam pendidikan anak,” ungkap Laura Numeroff, penulis buku anak-anak. "Dengan membacakan cerita atau mendongeng selama 20 menit saja, tingkat kecerdasan anak dalam membaca dan menulis kreatif akan naik secara signifikan. Nilai 20 menitstorytelling itu setara dengan sekurang-kurangnya 10 hari belajar di sekolah,” tambah Laura. Woow!

Sumber: berani.co.id

  • share this post

Quick Respon Togamas Malang

Cek Stok Buku Online (24 Jam)

Kini anda dapat melakukan pengecekan ketersediaan buku di Outlet Togamas secara mandiri. Silahkan pilih kota dan ketik judul atau penulis buku yang ingin anda cari. Selamat Mencoba.

copyright www.togamas.co.id 2014