• Articles

09 December 2014

Komik: Sepenggal Cerita Penuh Manfaat


"Udah gedhe kok masih seneng baca  komik?” Celetuk teman saya saat saya masih di bangku SMA. Saya mendiamkannya, dan berkata dalam hati, "bahkan kakak saya yang sudah berumah tangga pun masih menyukai komik”. Ya, beberapa orang menganggap komik diperuntukkan untuk anak kecil saja, padahal, jelas-jelas di komik hanya ada label "remaja” dan "dewasa” saja. Mungkin anggapan itu muncul karena mereka hanya mengenal komik Doraemon dan Shinchan saja. Banyak orang menganggap membaca komik adalah hal yang negatif. Bahkan di Jepang sendiri, ada label otaku yang diberikan pada orang yang terlalu maniak pada komik dan anime dan sering dianggap aneh (seolah-olah mereka mempunyai dunianya sendiri).

Anggapan negatif tentang membaca komik memang tak sepenuhnya salah. Bisa saja karena komik, seseorang menjadi lupa daratan dan mengacuhkan kegiatan seperti sekolah dan belajar. Tapi jika kita ingin berpikir lebih dalam, sebenarnya membaca komik mempunyai banyak manfaat. Saya mulai membaca komik sejak kelas 2 SD, dan komik pertama yang saya baca adalah Kung Fu Boy. Kegemaran membaca komik ditularkan oleh kakak-kakak saya yang pada saat itu sudah duduk di bangku SMA. Dan mereka hanya membeli komik shonen yang berbau petualangan. Dari situlah saya sudah benar-benar tidak bisa lepas dari kegiatan membaca komik sampai sekarang. Sudah puluhan judul komik yang saya baca, dan semuanya "komik cowok” atau shonen saja.

Berdasarkan pengalaman membaca berbagai macam judul komik itulah, saya dapat menuai banyak manafaat. Pertama, meningkatkan atau mengembangkan imajinasi dan daya eksplorasi, terutama pada komik dengan genry fantasy. Kedua, memberikan semangat dan motivasi. Komik dengan genre adventure biasanya menceritakan bagaimana kerasnya perjuangan tokoh dalam mencapai tujuan, di situlah nilai-nilai semangat untuk tidak menyerah tergambar dengan apik. Melalui kata-katannya, komik dapat menjadi mood booster pagi pemabaca. Ketiga, di dalam komik terkandung banyak pengetahuan dan informasi terutama komik dengan tema yang spesifik. Contoh, komik C.M.B yang banyak menceritakan tentang barang-barang antik di seluruh dunia, Tokkyu tentang tim penyelamat Jepang dan komik dengan tema detektif, kedokteran, kuliner, olahraga, beladiri, dll. Dari situlah  kita secara tidak sadar mendapat pengetahuan mengenai dunia yang diangkat di komik tersebut. Keempat, memacu keterampilan menggambar. Merupakan hal yang lazim jika orang yang suka menggambar terutama dengan style manga suka membaca komik. Semakin sering membaca komik, mata akan terbiasa dengan garis-garis pada gambar komik, yang kemudian akan direkam dan muncul keinginan untuk menggambar.

Itulah beberapa manfaat dari membaca komik yang sudah saya rasakan, dan mungkin dapat menjadi referensi bagi orang yang masih beranggapan bahwa membaca komik merupakan hal yang negatif. Biasanya pihak yang paling menentang kegiatan membaca komik adalah orang tua, karena menganggap membaca komik merupakan hal yang sia-sia. Banyak teman saya yang tidak diijinkan untuk membaca atau membeli komik dengan alasan pemborosan dan tidak bermanfaat. Untunglah orang tua saya bukan orang kolot yang suka membatasi hobi anak-anaknya. Bahkan dulu sewaktu SD, saya diiming-imingi dibelikan tiga komik jika berhasil mendapat rangking 1. Orang tua saya percaya dan mamahami komik merupakan mood booster yang jika tidak dijinkan untuk membacanya, saya akan stress dan akan lebih merepotkan mereka. Asalkan tidak lupa waktu dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan seimbang, maka membaca komik bukanlah hal yang negatif tapi justru memberi banyak manfaat.

Astya Jks

Sumber: kompasiana.com

 

 

  • share this post

TOKO BUKU BERGARANSI
Quick Respon Togamas Malang

Cek Stok Buku Online (24 Jam)

Kini anda dapat melakukan pengecekan ketersediaan buku di Outlet Togamas secara mandiri. Silahkan pilih kota dan ketik judul atau penulis buku yang ingin anda cari. Selamat Mencoba.

copyright www.togamas.co.id 2014