• Articles

02 December 2014

Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak Usia Dini


Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting karena mendidik anak pada usia emas (golden age) yang telah menjalani kehidupan penuh dengan kepekaan. Masa peka adalah masa yang menuntut pendampingan yang sungguh-sungguh, karena hanya datang sekali seumur hidup manusia. Masa ketika terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri, disiplin kemandirian, seni, moral dan nilai-nilai agama.

 

Usia emas ini tergolong usia dini 0 - 8 tahun. Hal ini sejalan dengan pendapat Benjamin S. Bloom (1972) yang menyatakan bahwa 80 persen  perkembangan mental dan kecerdasan peserta didik justru berlangsung pada usia dini. Oleh karena itu, dibutuhkan koordinasi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Salah satunya disebabkan peserta didik belum memiliki kesiapan belajar di SD karena tidak diawali belajar pada pendidikan anak usia dini.

 

Peserta didik yang mempunyai kemampuan berpikir dan memiliki perasaan sesungguhnya mempunyai kebutuhan untuk menyatakan perkiraan dan perasaan dengan berbagai macam cara sesuai dengan irama tumbuh kembangnya. Dalam menyatakan pikiran dan perasaan, peserta didik berekspresi dengan menghayati berbagai macam perasaan tentang hal-hal atau peristiwa yang dialami. Seperti perasaan senang, puas, sedih, bosan dan perasaan tidak nyaman.

 

Proses belajar mengajar di Paud akan memberikan kesempatan penuh kepada peserta didik untuk memenuhi kebutuhan berekspresi dengan berbagai cara dan merdia kreatif (alat untuk berkreasi).

Di Paud seyogyanya pemenuhan kebutuhan anak untuk berekspresi mendapatkan bimbingan dan pembinaan secara sistematis dan terencana agar kesempatan berekspresi yang diberikan kepada anak benar-benar mempunyai arti dan manfaat baginya. Sejak dini anak diberikan bimbingan dan pembinaan yang sebaik-baiknya untuk mengekspresikan diri secara kreatif dan menghayati emosi yang bergejolak dalam dirinya, daya fantasi atau imajinasi, daya kreasi dan perasaan estetis anak memperoleh rangsangan untuk berkembang dengan baik.

 

Calistung tidak dibenarkan di TK

Anak- anak berada di PAUD selama tiga jam. "Disini anak akan berani berbicara, berkreatifitas, berimajinasi sesuai usia dan tingkat perkembangannya sedangkan guru hanya sebagai fasilitator walaupun demikian semua  kegiatan main yang dilakukan oleh anak tetap mengarahkan pada proses pembelajaran dan membentuk nilai-nilai karakter yang diimplementasikan pada semua aspek perkembangan pada kegiatan yang dilakukan sehari-hari.

 

Keunggulan PAUD holistik ini antara lain dapat menggali potensi anak, menggunakan dua bahasa yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dan tidak menutup kemungkinan pada lembaga tertentu bisa menggunakan tiga bahasa yaitu Bahasa Arab. Sekarang ini ada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang sudah mulai memberikan Pendidikan holistik berbasis karakter  kepada anak, karena Pendidikan holistik berbasis karakter sangat penting bahwa 80 persen pertumbuhan dan perkembangan otak terjadi diusia dini. "Pendidikan yang terlalu berorientasi kepada akademik pada anak-anak usia dini menyebabkan anak tidak mampu berpikir kritis, tidak dapat menyelesaikan masalah dan tidak kreatif. Anak juga menjadi tidak suka belajar, sesungguhnya tidak dibenarkan pada lembaga pendidikan yang memberikan  PR atau pekerjaan rumah dan diberikan les pada anak usia dini, karena tidak sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan anak usia dini.

 

Untuk itu pendidikan yang diberikan kepada anak usia dini sesungguhnya tidak diperkenankan mengajarkan calistung karena lembaga pendidikan anak usia dini dalam memberikan pembelajaran bukan berorientasi pada akademik dan PAUD bukanlah sekolah melainkan sebuah Taman yang kegiatannya sebagai wadah untuk bermain sambil belajar, mengembangkan kreatifitas, mengeksplorasi suatu yang dilihat, didengar dan yang dirasakan.

Namun demikian bukan berarti dalam lembaga pendidikan anak usia dini tidak ada samasekali diperkenalkan huruf maupun angka.

 

Selain dari pada sistem pendekatan holistik pendidikan pada lembaga pendidikan anak usia dini juga memberikan pembelajaran beracuan pada kurikulum yang berpedoman kepada Permendiknas No. 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Itulah yang menjadi dasar bagi lembaga dan guru - guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Keterkaitan dengan keterlaksanan implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran di PAUD walaupun belum disahkan oleh Kemendiknas namun pada Pendidikan Anak Usia Dini sekarang ini kita juga sudah mulai beracuan dengan kurikulum 2013 yang   ditandai dengan tiga kata kunci yaitu pembelajaran tematik terpadu, pendekatan saintifik, penilaian otentik, pada kurikulum 2013 aspek pembelajaran  yang dilakukan adalah menekankan pada aspek spiritual, aspek afektif, aspek kognitif dan aspek psikomotor berbeda dengan kurikulum 2004 lebih mengutamakan aspek kognitif.

 

Kurikulum 2013 sudah dikemas sedemikian rupa, apabila guru-guru kita dapat mengembangkan dan mendesain pembelajaran dengan penuh kreatifitas dan inovasi-inovasi dengan karya inovatif dan menggunakan metode saintifik yaitu melalui mengamati, mencoba, menalar, menanya dan mengkaji dan saling relevan antara aspek yang satu dengan aspek perkembangan yang lain, Insyaallah anak usia dini saat ini akan menjadi thebest pada masa yang akan datang. Untuk itu guru-guru kita dituntut untuk mengembangkan kualifikasi pendidikan yaitu kulifikasi Si Anak Usia Dini sesuai dengan bidang yang diampu sehingga kedepannya nanti tidak ada lagi guru-guru kita yang masih memiliki pendidikan sederajat SLTA.

 

Peran orangtua

Dalam mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini peran orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan artinya pendidikan itu tidak hanya dibebankan pada lembaga pendidikan tertentu saja. Karena kita ketahui bahwa pendidikan utama adalah pendidikan informal yaitu pendidikan dalam lingkungan keluarga. Peran orang tua dalam pendidikan anak sudah seharusnya berada pada urutan pertama. Orang tualah yang paling memahami anak-anaknya. Orang tualah yang paling memahami anak mereka. Orang tua jugalah yang pertama kali mengetahui perubahan dan perkembangan karakter dan kepribadian anak-anaknya. Orang tua pula yang nantinya akan menjadikan anak-anak mereka seorang yang memiliki kepribadian baik ataukah buruk.

 

Agar orang tua dan lembaga pendidikan tidak melakukan kesalahan dalam mendidik anak, maka harus terjalin keselarasan dan kerjasama yang baik diantara kedua belah pihak. Orang tua  mendidik anaknya dirumah, sedangkan pendidikan melakukan tugas mendidik anak dilembaga pendidikan. Agar proses pendidikan yang dilakukan dilembaga sejalan dengan pendidikan dirumah maka perlu adanya kerjasama yang baik antara orang tua dan lembaga pendidikan.

 

Oleh karenanya keduanya harus berada dalam suatu rel agar dapat seiring, sejalan , seirama dalam memperlakukan anak sehari-hari sesuai dengan kesepakatan bersama. Apabila anak di didik hanya berdasarkan kemauan salah satu pihak maka kemungkinan proses pendidikan tidak akan berjalan dengan baik bahkan mungkin dapat mengganggu perkembangan anak. (*)

 

Ernajaya , S.Pd.M.M, Kepala Taman Kanak-kanak Negeri Pembina 2 Pangkalpinang

 

sumber: bangka.tribunnews.com

 

 

  • share this post

Quick Respon Togamas Malang

Cek Stok Buku Online (24 Jam)

Kini anda dapat melakukan pengecekan ketersediaan buku di Outlet Togamas secara mandiri. Silahkan pilih kota dan ketik judul atau penulis buku yang ingin anda cari. Selamat Mencoba.

copyright www.togamas.co.id 2014