• Articles

10 July 2017

Fakta Unik di Balik Supermoon dalam Dunia Medis


Sumber: Foto: NBC News


DUNIA dihebohkan dengan fenomena supermoon. Temukan fakta unik dalam dunia medis mengenai supermoon, sebagaimana penjelasan dari dr. Nadia Octavia.

Sebelum mencari tahu mengenai fakta unik supermoon, hal yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah pengertian supermoon itu sendiri. Supermoon tak lain dan tak bukan adalah bulan purnama.

Namun bulan purnama ini berbeda dengan bulan purnama hari–hari biasanya. Supermoon adalah ketika bulan berada paling dekat dengan bumi sehingga terlihat 30% lebih terang dan 14% lebih besar.

Perigee-syzygy, bahasa astrologis supermoon, terakhir kali terlihat 70 tahun yang lalu. Menurut NASA, supermoon baru akan terlihat lagi pada tanggal 25 November 2034.

Namun dibalik keindahan supermoon atau bulan purnama, ternyata ada salah satu fakta medis yang unik di baliknya. Bulan purnama dianggap membuat Anda rentan mengalami insomnia atau susah tidur.

Tapi jangan salah, ya. Insomnia ini tentu bukan disebabkan karena keengganan Anda untuk tidur demi melihat keindahan bulan purnama –apalagi fenomena seperti supermoon.

Berdasarkan studi pada tahun 2013 yang dilakukan oleh para peneliti di Swiss, disebutkan bahwa orang cenderung memiliki kualitas tidur yang rendah saat bulan purnama dibandingkan hari–hari yang lain. Studi tersebut dipublikasikan pada Journal of Current Biology.

Hal tersebut disampaikan oleh peneliti utama dalam studi ini, Christian Cajochen dari Psychiatric Hospital of the University of Basel.Jika Anda menanyakan orang–orang di Swiss, hampir 40% mengatakan sulit tidur saat bulan purnama terjadi.

Studi ini dilakukan pada 33 subjek penelitian, antara usia 20–74 tahun. Para partisipan tidur di ruangan yang dikontrol khusus tanpa adanya jendela sehingga mereka tidak dapat melihat bulan purnama.

Hasilnya, para partisipan yang tidur saat bulan purnama memiliki kadar hormon melatonin yang lebih rendah. Hormon melatonin sendiri berfungsi untuk mengatur siklus tidur Anda. Penurunan hormon melatonin ini disinyalir disebabkan oleh jarak bulan purnama yang dekat dengan bumi.

Para peneliti juga menemukan bahwa partisipan studi yang tidur saat bulan purnama membutuhkan waktu 5 menit lebih lama untuk tertidur. Mereka pun menghabiskan waktu 30% lebih sedikit saat tidur.

Tidur memang terlihat seperti hal yang sederhana dan merupakan bagian dari rutinitas wajib harian Anda. Namun, kurang tidur memiliki pengaruh yang besar pada kesehatan.

Kurang tidur dapat menurunkan kekebalan tubuh, meningkatkan risiko penyakit jantung, meningkatkan tekanan darah, hingga meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Itulah sebabnya, Anda harus cukup tidur.

Bagaimana? Siap menyaksikan supermoon malam ini? Atau Anda lebih suka bersiap tidur dan memastikan bisa beristirahat dengan nyenyak? Pilihan ada di tangan Anda.

  • share this post

TOKO BUKU BERGARANSI
Quick Respon Togamas Malang

Cek Stok Buku Online (24 Jam)

Kini anda dapat melakukan pengecekan ketersediaan buku di Outlet Togamas secara mandiri. Silahkan pilih kota dan ketik judul atau penulis buku yang ingin anda cari. Selamat Mencoba.

copyright www.togamas.co.id 2014