• Articles

10 October 2015

Dibanding Pengetahuan, Novel Lebih Diminati Remaja


Remaja di masa kini, sepertinya lebih memilih untuk membaca cerita fiksi atau novel, ketimbang membaca buku pengetahuan atau buku pelajaran. Remaja dimaksud berasal dari kalangan usia pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) juga kalangan mahasiswa.

Mayoritas remaja itu, lebih memilih novel karena dianggap lebih menarik, ketimbang buku ilmiah. Beberapa diantaranya juga menyatakan, bahwa isi novel ceritanya lebih seru. Novel yang banyak di angkat dari cerita fiksi, percintaan hingga cerita nyata kehidupan pribadi sang penulis, tak pelak menjadi magnet bagi para muda.

Jenis novel yang variatif, mulai dari novel fiksi, non fiksi, misteri, romantis, horor, komedi, hingga inspiratif pun tak ketinggalan menjadi salah satu faktornya. Setidaknya, dari sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di beberapa kota, perbandingannya mungkin mencapai 16 dari 20 remaja menyukai novel.

Siapa sangka, fenomena novel juga banyak mendominasi penjualan di hampir seluruh toko buku di Indonesia. Menurut data dari beberapa toko buku di beberapa kota, rata-rata sekitar 700 hingga 800 buku dari 1.000 buku yang terjual dalam satu bulannya adalah novel. Jadi, dapat dikatakan bahwa novel menguasai 70% hingga 80% penjualan di beberapa toko buku.

Walaupun belum ada data real atau pasti yang menyebutkan hal demikian di seluruh Indonesia, namun tentunya masyarakat sudah dapat mengetahuinya.

Dalam kaitan ini, ada beberapa kalangan yang menilai bahwa cerita novel yang notabene fiksi ilmiah dan non ilmiah bisa mengembangkan gambaran dan pengaruh baik bagi pembacanya. Sehingga, modernisasi yang terjadi kepada masyarakat dijaman ini ikut mendorongnya. Di satu sisi otak kiri dan otak kanan manusia memang harus dibangun daya khayal, seperti contohnya mencapai cita-cita. Namun, disisi negatifnya, terlalu banyak membaca novel kadang tidak seimbang dengan kebutuhan pengetahuan ilmiah pada pendidikan formal.

Terkait dengan kondisi itu, tidak ada yang bisa membenarkan atau menyalahkan remaja yang lebih gemar membaca novel. Memang, selagi remaja tersebut bisa memilah mana yang positif dan negatif dari apa yang sedang dilakukannya, tidak menjadi masalah. Dalam hal ini, perhatian orang tua sangat dibutuhkan. Karena orang tua memiliki peranan penting dalam mengontrol tindakan dan tingkah laku remaja saat ini.

Bisa saja, remaja yang memang benar memanfaatkan novel dan bisa mengambil sisi positifnya, bisa membuat mereka menjadi lebih baik. Namun, entah apa jadinya bila para remaja itu tak mengerti dan tak bisa memahami apa yang bermanfaat dan apa yang tidak. Bisa membodohkan diri, dan juga hanya menghabiskan uang pemberian dari orangtua saja.

Sumber: Dibanding Pengetahuan, Novel Lebih Diminati Remaja

  • share this post

TOKO BUKU BERGARANSI
Quick Respon Togamas Malang

Cek Stok Buku Online (24 Jam)

Kini anda dapat melakukan pengecekan ketersediaan buku di Outlet Togamas secara mandiri. Silahkan pilih kota dan ketik judul atau penulis buku yang ingin anda cari. Selamat Mencoba.

copyright www.togamas.co.id 2014